Kamis, 09 Agustus 2012

Anak Yang Menikah, Ibu Yang Mendapatkan Jatah

Sepasang pengantin baru, melewatkan malam pertamanya di rumah ibu mempelai wanita yang sudah lama menjanda. Yuyun, si mempelai wanita duduk dipinggir ranjang ketika suaminya mulai membuka baju. Yuyun menjerit demi melihat dada suaminya yang berbulu lebat dan hitam itu. Dengan ketakutan dia berlari kebawah dan menemui ibunya.
"Tubuhnya seperti binatang, Bu!" tangisnya.
"Kalem saja!" kata ibunya. "Naiklah kekamarmu dan lakukan tugasmu seperti layaknya seorang istri yang baik."
Yuyun balik lagi kekamarnya diatas dan saat itu suaminya sedang melepas celana
panjangnya. Kakinya juga penuh dengan bulu. Yuyun berlari lagi kebawah dengan menjerit-jerit.
"Ibu! Kakinya seperti monyet."
"Gadis bodoh! kembalilah kekamarmu dan layani suamimu dengan baik. Jangan memalukan ibumu."
Yuyun pun balik lagi kekamarnya. Saat itu didapatinya suaminya telah telanjang dan membaringkan diri diranjang menunggu istrinya yang masih anak-anak itu. Yuyun menjerit lagi dan berlari kebawah. "Ibu! Besar sekali. Yuyun takut," tangis Yuyun.
"Goblok! Sekarang kau tetap saja disini. Ibu yang akan naik keatas untuk mengatasinya. Awas jangan naik sebelum ibu turun," kata si ibu dgn marah.

1 komentar:

Ali hussain mengatakan...

All that we are is the consequence of what we have estimation. Wait… Has anyone exhorted dissertation for you. Keep the articles progressing !heathrow to w2 | minicab in w2